Jaksa Agung Tolak Bergabung Dalam Densus Tipikor Bentukan Polri | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Selasa | 12 September 2017 | 10:44 WIB

NASIONAL

Jaksa Agung Tolak Bergabung Dalam Densus Tipikor Bentukan Polri

Redy Budiman - FRONTROLL.COM
Jaksa Agung Tolak Bergabung Dalam Densus Tipikor Bentukan Polri
FRONTROLL.COM,- Jaksa Agung HM Prasetyo menolak untuk wacana yang menginginkan pihaknya bergabung dalam Detasmen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri . dikarenakan penggabungan antara kedua institusi inni akan mengurangoi indepensi setiap lembaga penegak hukum.

“Kejaksaan dan jaksa tidak selayaknya ditarik untuk bergabung dalam lembaga baru Polri tersebut karena dengan demikian akan mengurangi independen penegak hukum masing-masing,” kata HM Prasetyo dalam rapat kerja antara Kejaksaan Agung dengan Komisi III DPR di Ruang Komisi III, kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

“Kami khawatir dengan adanya tumpang tindih antar­institusi penegak hukum yang ada,” imbuhnya.

HM Prasetyo juga menyampaikan bahwa saat ini Kejaksaan Agung telah memiliki Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesai­an Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK) sejak 2005. Meski Satgassus tersebut tidak dibekali dengan dana operasional tambahan, politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu merasa tugas pihaknya untuk memberantas korupsi masih terkendali.

Kendati demikian, Prasetyo pun menyambut positif pembentukan Densus Tipikor oleh Polri tersebut. “Kami sampaikan wacana dan gagasan itu dinilai positif untuk meningkatkan kinerja Polri untuk pemberantasan korupsi,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Polri akan membentuk Densus Tipikor dengan sistem organisasi tersebut akan bertindak seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penyidik dan jaksa akan berada dalam satu atap demi menyelesaikan urusan korupsi ini.

Polri pun berjanji tidak akan terjadi perebutan kasus dengan KPK terkait pembentukan Densus tersebut. Namun, KPK merasa pesimistis dengan langkah tersebut sembari menilai bahwa pembentukan Densus Tipikor akan melemahkan eksistensi mereka dalam memberantas gurita korupsi di Tanah Air.

sumber : media indonesia
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata