Divonis 8 Tahun Penjara, Patrialis Akbar Tidak Ajukan Upaya Hukum Banding | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Selasa | 12 September 2017 | 11:29 WIB

NASIONAL

Divonis 8 Tahun Penjara, Patrialis Akbar Tidak Ajukan Upaya Hukum Banding

Redy Budiman - FRONTROLL.COM
Divonis 8 Tahun Penjara, Patrialis Akbar Tidak Ajukan Upaya Hukum Banding
FRONTROLL.COM,- Mantan Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar menyatakan menerima putusan hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yakni pidana 8 tahun penjara.Dengan demikian, Patrialis dan kuasa hukumnya tidak mengajukan upaya hukum banding.

"Tidak melakukan banding," ujar pengacara Patrialis Akbar, Soesilo Aribowo saat dikonfirmasi, Selasa (12/9/2017). Di sisi lain, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyatakan menerima putusan hakim.

Vonis terhadap Patrialis dinilai hampir 2/3 dari tuntutan jaksa, yakni penjara selama 12,5 tahun, Selain itu, tindak pidana yang didakwakan telah terbukti dalam putusan hakim. Patrialis Akbar divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa uang pengganti sebesar 10.000 dollar AS dan Rp 4.043.000, atau sama dengan jumlah suap yang diterima Patrialis.

Patrialis terbukti menerima suap dari pengusaha impor daging, Basuki Hariman dan stafnya Ng Fenny. Patrialis dan orang dekatnya Kamaludin menerima Rp 50.000 dollar AS, dan Rp 4 juta. Keduanya juga dijanjikan uang sebesar Rp 2 miliar dari Basuki.

Uang tersebut diberikan agar Patrialis membantu memenangkan putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi. Dalam upaya untuk memengaruhi putusan uji materi, Basuki dan Fenny menggunakan pihak swasta bernama Kamaludin yang dikenal dekat dengan Patrialis Akbar. Dalam penyerahan uang kepada Patrialis, kedua terdakwa juga melibatkan Kamaludin.

sumber : kompas
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata