Sidang Praperadilan Setya Novanto Diundur Hingga Pekan Depan | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Selasa | 12 September 2017 | 13:41 WIB

NASIONAL

Sidang Praperadilan Setya Novanto Diundur Hingga Pekan Depan

Redy Budiman - FRONTROLL.COM
Sidang Praperadilan Setya Novanto Diundur Hingga Pekan Depan
FRONTROLL.COM,- Sidang gugatan Praperadilan terhadap tersangka dugaan korupsi E-KTP oleh ketua Dewan perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto Ditunda Hingga pekan depan. Keputusan diambil Hakim Praperadilan PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar setelah mendengar permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir dari laman CNN Dalam persidangan Peraperadilan, Hakim Cepi Iskandar mengatakan sidang praperadilan dengan Nomor 97/Pid.Prap/2017/PNJak.Sel. mundur jadi hari Rabu 20 September 2017.

Komisioner KPK juga tidak hadir dan hanya mengutus perwakilan pegawainya untuk mengantarkan permintaan penundaan sidang kepada Hakim Cepi Isakandar. Dialam surat permohonan penundaaan sidang, KPK meminta pengadilan menjadwal ulang Praperadilan tiga minggu kedepan dengan alsan waktu perlu menyiapkan kelengkapan administrasi.

Ketut Mulya Arsana Kuasa Hukum Setya Novanto menerima penundaan sidang Praperadilan, Namun Kuasa Hukum Setya Novanto meminta sidang ditunda tiga hari kedepan. Penundaan selama tiga minggu dinilai sangat terlalu lama. Kuaasa Hukum Setya Novnto menilai selain waktu untuk dipersingkat, Kami juga memohon jadwal yang bisa kita tetapkan dalam waktu persidangan karena berkaitan dengan saksi ahli. Jadi saksi yang dihadirkan kami sesuai sehingga kami butuh waktu yang tepat," Ujar Ketut.

Dalam kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Setya Novanto lainnya, Agus Trianto, meminta kepastian hukum kepada Cepi tentang kehadiran KPK pada hari praperadilan yang diputuskan itu. Bahkan, ia meminta agar dilaksanakan pemeriksaan bila KPK tidak hadir. Cepi menjelaskan bahwa hakim tidak bisa memperkirakan sesuatu yang belum terjadi. Ia akan melakukan hal bila sudah terjadi sesuai dengan hukum acara.
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata