Pihak Asma Dewi Bantah Pernah Transfer Uang Rp 75 Juta untuk Saracen | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Selasa | 12 September 2017 | 14:28 WIB

NASIONAL

Pihak Asma Dewi Bantah Pernah Transfer Uang Rp 75 Juta untuk Saracen

Rusdi Afrizal - FRONTROLL.COM
Pihak Asma Dewi Bantah Pernah Transfer Uang Rp 75 Juta untuk Saracen
FRONTROLL.COM,- Asma Dewi, ibu rumah tangga yang juga alumni aksi 212 kini mendekam di rutan Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Ia diciduk atas tuduhan ujaran kebencian di media sosial.

Penyelidikan polisi berkembang ke aliran dana sebesar Rp 75 juta dari Dewi ke sindikat penebar kebencian dan isu SARA, Saracen yang beberapa waktu lalu dibongkar penyidik.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar) sekaligus pengacara Asma Dewi membantah tuduhan itu.

"Klien saya tidak pernah mengakui maupun menyatakan bahwa itu (transferan Rp 75 juta) suatu kebenaran. Karena klien saya pun menyatakan tidak pernah melakukan hal seperti itu," ujar Djudju saat dihubungi merdeka.com, Selasa (12/9).

Pun demikian Djudju mengungkap jika Asma tidak mengenal para pelaku Saracen. "Klien saya itu kan hanya ibu rumah tangga biasa. Memang ikut aksi bela islam. Cuma itu kan karena dia memang ikut pengajian lalu terpanggil untuk ikut membela. Memangnya salah," tuturnya.

Djudju menilai pasal yang ditujukan ke kliennya adalah salah sasaran. Karena harus ada klausa sebab akibat menurut dalam pasal tersebut.

"Menurut undang-undang harus ada akibat dari suatu perbuatan pidana. Nah sekarang akibatnya apa dari perbuatan ibu Asma, apakah ujarannya bu Asma itu SARA ," tanya Djudju.

Ia membeberkan setidaknya ada tiga postingan Asma yang dianggap kepolisian sebagai ujaran kebencian.

"Yang pertama itu soal antivirus rubela. Bu Asma padahal cuma menyebut antivirus itu dari Cina. Kan memang dari Cina," ucapnya.

"Kemudian soal Malaysia belajar Sansekerta. Kenapa Indonesia belajar bahasa Cina dan yang terakhir ketika harga daging sedang melambung tinggi. Bu Asma posting ucapan salah satu menteri. Ini menteri yang ngomong lho. Kalau daging mahal ya jangan dimakan, makan saja jeroan. Kira-kira postingan itulah. Nanti saya cek lagi," tandasnya.
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata