Luhut: Izin Reklamasi Pulau C dan D Selesai, Teluk G dalam Finalisasi | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 13 September 2017 | 21:57 WIB

NASIONAL

Luhut: Izin Reklamasi Pulau C dan D Selesai, Teluk G dalam Finalisasi

Wenny KT - FRONTROLL.COM
Luhut: Izin Reklamasi Pulau C dan D Selesai, Teluk G dalam Finalisasi
FRONTROLL.COM,- Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan, saat ini tengah berupaya dalam menyelesaikan seluruh proses perizinan reklamasi di Teluk Jakarta. Seluruh persyaratan yang diajukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kini telah diupayakan untuk dipenuhi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah akan terus berupaya agar proses reklamasi di 17 pulau Jakarta bisa berlangsung.

"Reklamasi, setelah berlarut minggu lalu kita rapat itu C dan D sudah selesai. Semua persyaratan pengembang yang diminta KLHK ada 11 titik sudah dipenuhi, jadi tidak ada alasan berlama-lama," kata Luhut dalam acara Afternoon Tea di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, di Kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).

Luhut mengatakan, terkait izin pembangunan pulau G saat ini dalam tahap finalisasi. Sehingga ia menargetkan, seluruh proses pembangunan di pulau G bisa dilakukan dalam waktu dekat.  

"Mengenai Pulau G lagi difinaliasi, kita berharap minggu depan selesai. Sehingga, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengeluarkan atau tidak membolehkan proses di sana. Konsep secara menyeluruh sudah disajikan, dan tidak ada yang bisa challenge kita," jelasnya.

Luhut juga menjelaskan, dari hasil pembangunan reklamasi di 17 pulau Jakarta, Pemerintah Daerah akan membagi porsi sebanyak 15%. Di mana hasil dari penerima tersebut akan digunakan oleh Pemprov DKI untuk membangun giant sea wall.

"Dari reklamasi itu dan hitungannya nilainya hampir Rp 77,8 triliun, dan uang itu untuk membangun giant sea wall. Giant sea wall harus dibangun karena akan dapat masalah Jakarta kalau tidak. Sedangkan bendungan pertama sudah mulai dibangun 20,1 km. Karena sudah tidak bisa ditunda lagi, kalau ditunda penurunan Jakarta akan terus berlanjut," ujarnya.

Sumber : kumparan.com
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata