Find and Follow Us

| : WIB
    KOMUNITAS

    Bikers Brotherhood Tak Ingin Motor Tua Bodong

    Oleh : Redaksi | Senin, 09 Maret 2015 - 13:20:01 WIB | 4313 Views
    [Foto : Istimewa/Frontroll]

    FRONTROLL.COM,

    Bukan rahasia umum bahwa mayoritas sepeda motor tua yang beredar di jalanan adalah bodong alias tidak disertai STNK atau surat tanda kepemilikan lainnya. Salah satu penggunanya adalah anggota klub motor Bikers Brotherhood.

    Penggunaan motor bodong pun jadi polemik tersendiri yang tak kunjung usai. Tanpa surat-surat, motor-motor bodong itu berseliweran di jalan.

    "Motor-motor kita memang tidak bersurat karena motor tua," kata Vice President Bikers Brotherhood MC West Java, Dede Edun, Minggu 8 Maret 2015.

    Dijelaskannya, di komunitas Brotherhood mayoritas motornya adalah pabrikan Eropa dan Amerika dengan tahun pembuatan di bawah tahun 1970. Surat-suratnya pun entah di mana. Bahkan mungkin ada yang terbakar saat peristiwa Bandung Lautan Api atau peristiwa lainnya.

    "Saya pikir ada hal yang berbeda kalau kita bicara motor tua," ungkapnya.

    Tapi bukan berarti Brotherhood nyaman dengan penggunaan motor bodong. Mereka sebenarnya ingin agar motornya punya surat kepemilikan dan membayar pajak untuk negara.

    "Kami justru ingin sekali polisi atau samsat bisa memfasilitasi untuk adanya surat-surat tersebut. Kita pasti senang dan ikut kalau motor kita bisa disurati," jelas Dede.

    Ia pun tidak keberatan jika harus membayar pajak atau hal lainnya kepada instansi terkait. "Kita terus berkoordinasi untuk meminta dibuatkan kartu, kita bayar atau bagaimana lah biar kita bisa berkontribusi," tuturnya.

    Audiensi dengan polisi atau pihak terkait pun beberapa kali dilakukan agar motor tua memiliki surat kepemilikan. Tapi, belum ada solusi atau kata sepakat di antara semua pihak.

    Dalam waktu dekat, diharapkan sudah ada solusi yang bisa membuat semua pihak terkait merasa nyaman. "Progresnya masih tetap berjalan sampai sekarang," ucap Dede.

    Dede menegaskan komunitasnya selama ini bukan jadi pengganggu ketertiban umum meski motor yang dipakai bodong. Justru pihaknya sering melakukan berbagai kegiatan positif bersama masyarakat.

    "Menurut kita, sejauh ini kita tidak mengganggu. Makanya kita membalasnya dengan berbagai hal-hal lain, bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjaga Bandung tetap kondusif," pungkasnya. (*)
     
     

    Tag :

    0 Komentar