FRONTROLL.COM
Rabu | 15 Juli 2015 11:05:50 WIB

FEATURE

Ketika Jutaan Jamaah Sambut Lailatul Qadar di Masjidil Haram

Redaksi - FRONTROLL.COM
Ketika Jutaan Jamaah Sambut Lailatul Qadar di Masjidil Haram
FRONTROLL.COM,-
Malam ke 27 Ramadhan yang diprediksi sebagai malam datangnya Lailatul Qadar menjadi puncak kegiatan jamaah di Tanah Suci.  Lebih dari 2 juta jamaah shalat Isya’ dan tarawih di Masjidil Haram. 

Menyadari hal  tersebut, Raja Saudi atau penjaga dua kota suci Salman bin Abdulaziz Al Saud telah memastikan keamanan dan kenyamanan para tamu Allah.

“Semua bekerja tanpa lelah demi melayani dan memberikan kenyamanan dan fasilitas terbaik untuk hamba Allah. Terutama di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan,” terang Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal, dilansir dari Arabnews, Rabu (15/7).

Jamaah umrah asal Sudan Mohamed Al-Mutasim (54 tahun) mengatakan, meski suasananya padat, ia tetap bisa melakukan ritual umrah dengan nyaman. Lantaran segala fasilitas telah tersedia lengkap.

Otorita setempat pun telah menempatkan sekitar 12 ribu petugas di masjid suci tersebut. Sebanyak 1 juta mushaf Alquran pun dibagikan pada para jamaah. Lantai masjid pun dilengkapi  17 ribu karpet, loker penitipan barang bagi jamaah serta AC (air conditioner) yang nyaman.
BERITA LAINNYA
  • Jokowi: Pengedar Narkoba Melawan Langsung Tembak Saja

    NASIONAL | 21 Juli 2017 18:36 WIBPresiden Joko Widodo sore ini menyampaikan pidatonya di hadapan kader PPP dalam acara penutupan Mukernas II PPP. Presiden juga sempat menekankan pentingnya perang melawan peredaran narkoba. Jokowi
  • Kenalan dengan Qute, Si Bajaj Roda 4 Pengganti Bemo

    MEGAPOLITAN | 21 Juli 2017 17:30 WIBJAKARTA - Moda transportasi mikro baru bermerek Bajaj ‎terlihat sudah hilir mudik di sekitar kawasan Mangga Dua, Jakarta, Jumat (21/7/2017). Dari identitas yang tertera pada bodi, alat
  • Prabowo Subianto Langsung Dukung Gugat UU Pemilu

    MEGAPOLITAN | 21 Juli 2017 17:20 WIBKetua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendukung rencana menggugat Undang-Undang Pemilu yang baru disahkan pemerintah dan DPR, ke Mahkamah Konstitusi. Salah satu isi UU yang dianggap memberatkan