FRONTROLL.COM
Kamis | 20 Agustus 2015 10:10:00 WIB

Ekonomi

Meniru China, Vietnam Sengaja Lemahkan Mata Uang Dong

Redaksi - frontroll.co.id
Meniru China, Vietnam Sengaja Lemahkan Mata Uang Dong
frontroll.co.id,-
Pada perdagangan kemarin, bank sentral Vietnam sengaja melemahkan nilai tukar dong terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Langkah yang sebelumnya juga dilakukan bank sentral China terhadap yuan.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/8/2015), kemarin nilai mata uang dong melemah 1% terhadap dolar AS, sehingga kurs batas tengahnya dolar AS berada di 21,89 dong.

Ini merupakan ketiga kalinya Vietnam menurunkan nilai tukar dong, yang pertama di Januari dan kedua di Mei 2015. Masing-masing pelemahannya sekitar 1%.

Ekonomi Vietnam tumbuh 6,44% di kuartal II-2015, lebih tinggi dari kuartal I-2015 yang hanya tumbuh 6,08%. Secara total, ekonomi Vietnam tumbuh 6,28% dalam enam bulan 2015.

Vietnam sedang berusaha tumbuh 6,2% tahun ini setelah di 2014 tumbuh 5,98%. Vietnam dan China sudah menjadi mitra dagang sejak 2007.
 
Dampak tak Sebesar Yuan
 
Keputusan Vietnam melakukan devaluasi mata uang dong diyakini akan memiliki dampak kepada Indonesia. Namun, dampak tersebut dipastikan tak akan lebih besar dari dampak devaluasi yuan yang dilakukan oleh Tiongkok pekan lalu.

"Itu pasti tak sebesar devaluasi yuan kemarin. Dampak ada tapi tentu tak sebesar kemarin," ujar Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Dia menjelaskan, besaran dampak devaluasi dong dan yuan bisa dilihat dari seberapa besar hubungan dagang antara Indonesia dengan Vietnam dan Indonesia dengan Tiongkok. Selama neraca perdagangan Indonesia dengan Vietnam masih surplus meski pemerintah juga harus memperhatikan impor pangan dari Vietnam yang berpotensi naik ketika ketersediaan pangan di pasaran hilang sehingga harga pangan melonjak saat ini. 

Sementara itu, kondisi perdagangan dengan Tiongkok justru berbanding terbalik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pasar ekspor RI ke Tiongkok mencapai 7,76 miliar dollar AS. Untuk impor, Cina tetap menjadi rekanan dagang terbesar dengan transaksi 16,50 miliar dollar AS. 

Kondisi tersebut tentu membuat kebijakan Tiongkok melakukan devaluasi yen akan jauh lebih besar dampaknya kepada Indonesia daripada devaluasi dong yang dilakukan oleh Vietnam hari ini. 

Sebelumnya, bank sentral Vietnam memutuskan untuk memangkas nilai (devaluasi) mata uang dong sebesar 1 persen pada Rabu (19/8/2015). Dengan demikian, otoritas moneter ini mendevaluasi nilai tukar menjadi 21.890 dongper dollar AS. 

Bank sentral juga memperlebar rentang perdagangan menjadi 3 persen. Perubahan tersebut berlaku efektif mulai hari ini. Jika dilihat, devaluasi dong ini merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh bank sentral Vietnam. Padahal, pada pekan lalu, State Bank of Vietnam memperlebar rentang transaksi mata uang dari 1 persen menjadi 2 persen. 
BERITA LAINNYA