Pura Blambangan Jadi Daya Tarik Wisata Spiritual | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 02 September 2015 | 00:00 WIB

PARIWISATA

Pura Blambangan Jadi Daya Tarik Wisata Spiritual

Redaksi - FRONTROLL.COM
Pura Blambangan Jadi Daya Tarik Wisata Spiritual
FRONTROLL.COM,-
Pura Agung Blambangan di Desa Tembok Rejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur berkembang menjadi salah satu objek wisata religi terkenal di daerah itu karena memiliki bangunan candi yang mengandung nilai historis tinggi terkait Kerajaan Blambangan di masa lalu.

"Pura Blambangan banyak dikunjungi umat Hindu luar Jawa terutama dari Bali menjelang hari raya besar keagamaan seperti hari raya Galungan dan Kuningan," kata tokoh masyarakat desa setempat, Saiyoto, Minggu.

Ia mengatakan, kebanyakan umat Hindu yang datang ke Blambangan mengikuti perjalanan wisata religi yang digelar beberapa biro perjalan wisata maupun pemerintah daerah di Bali.

Kedatangan umat Hindu terbesar, kata dia, terjadi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan dan saat upacara Pujawali pura setempat.

"Pada hari besar tersebut, umat Hindu memadati pura peninggalan kerajaan Blambangan di masa lampau sejak pagi hingga malam hari," kata dia.

Saiyoto menjelaskan, selain dikunjungi umat Hindu, pura terbesar di Kabupaten Banyuwangi itu juga sering mendapatkan kunjungan dari wisatawan asing yang kebetulan berkunjung ke Banyuwangi.

Menurut dia, wisatawan asing tertarik datang ke Pura Blambangan karena memiliki bentuk candi yang sangat indah dan memiliki nilai historis kejayaan kerajaan Hindu di masa lalu.

"Mereka sangat terkesan dengan deretan pelinggih yang terdapat di Pura yang sudah dipugar kembali pada tahun 1990-an, apalagi Pura ini memiliki corak Jawa yang sangat kental dilihat dari beberapa candi di bagian depan dan 'Utama Mandala' pura ini," imbuhnya.

Pura yang berjarak sekitar 33 kilometer dari pusat kota Banyuwangi dan sekitar 44 kilometer dari Pelabuhan Ketapang ini kini dikelilingi beberapa pedagang yang menjajakan berbagai kerajinan dan pernak pernik khas Banyuwangi.

Tidak itu saja, pengunjung akan dimanjakan dengan alunan musik/gamelan Jawa yang dibawakan oleh pemuda pemudi Hindu di sana yang selalu dilantunkan pada saat hari hari besar keagamaan. 
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata