FRONTROLL.COM
Kamis | 28 Juli 2016 13:24:58 WIB

Teknologi

Diprediksi, 2 Agustus 2016 Bumi Dihantam Batu Meteor. Apa yang Akan Terjadi?

Rachma Novianty - frontroll.co.id
Diprediksi, 2 Agustus 2016 Bumi Dihantam Batu Meteor. Apa yang Akan Terjadi?
frontroll.co.id,- Para astronom menyebutkan akan ada hujan meteor pada Agustus mendatang. Bahkan, para astornom kini tengah memantau sebuah batu meteor besar dari luar angkasa,. Batu meteor tersebut berubah jalur pengorbitannya dan diperkirakan akan menabrak Bumi yang diprediksi mampu mengakibatkan bencana yang fatal.

Dilansir dari Dailystar,menurut ilmuan NASA, batu meteor dengan panjang sekitar 120 meter itu bergerak dan mendekati arah bumi. Diprediksi, akan semakin dekat pada 2 Agustus mendatang.

Terkait hal ini, para ahli mengatakan jika terdapat sesuatu yang panjangnya melebihi 100 meter dan menabrak bumi, maka diperkirakan  akan mengakibatkan efek yang sangat fatal dan berpotensi terjadinya "kiamat."Efek terbesar yang akan terasa adalah  menyemburnya debu ke atmosfer yang mengakibatkan menurunnya temperatur suhu udara hingga 8 derajat celcius secara global. Menurut para ilmuwan, terkait hal tersebut, hal ini akan menjadikan bumi menjadi lebih dingin dan gelap dari biasanya selama beberapa tahun kedepan.


Terdapat asteroid lainnya bernama 2016 NX22, yang akan menghindarkan batu tersebut dengan melewati jarak aman dari Bumi. Asteroid tersebut kabarnya akan menabrak batu meteor dan memantulkannya sejauh 4,5 km. Meskipun begitu, karena ukurannya yang cukup besar, masih terdapat potensi asteroid berbahaya sepanjang 100 meter.

Dilansir dari Okezone, sebelumnya, NASA pada tahun lalu meragukan adanya asteroid atau komet yang akan menghantam Bumi. Badan antariksa Amerika Serikat itu mengatakan bahwa tidak ada objek luar angkasa yang menghantam bumi selama beberapa ratus tahun. "NASA mengetahui tidak akan ada asteroid atau komet yang saat ini akan menabrak Bumi, sehinga kemungkinan bencana tersebut sangatlah kecil. NASA juga telah membuat prioritas pendeteksi asteroid dan pengembangan strategis untuk mengidentifikasi asteroid yang dapat menimbulkan risiko kepada planet kita" ungkap salah seorang juru bicara NASA.
BERITA LAINNYA