FRONTROLL.COM
Senin | 30 Januari 2017 11:20:57 WIB

PROPERTI

BTN Kerja Sama Dengan Perumnas Akan Luncurkan Rumah KPR Murah

Rusdi Afrizal - frontroll.com
frontroll.com,- Pemerintah terus gencar menyediakan hunian murah bagi masyarakat. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bekerjasama dengan Perum Perumnas untuk menyediakan rumah murah hanya Rp.75 juta.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menuturkan, rumah ini akan dijual dengan sistem kredit pemilikan rumah (KPR) mikro. Rencananya, fasilitas ini diluncurkan 9 Februari 2017.

“Sebenarnya sudah jadi, mungkin akan kita launching pada hari ulang tahun BTN 9 Februari,” tutur Maryono, di Kementerian BUMN Jakarta, (25/1).

KPR mikro ini, lanjutnya, ditujukan untuk pembelian rumah baru, second, bahkan renovasi. Namun, KPR ini hanya diperuntukan bagi komunitas yang juga berlaku sebagai pinjaman.

“Sebenarnya mikro bisa dipakai membeli rumah baru, renovasi, second, rumah jadi kita beli. Yang beli community sifatnya. Jadi kita tidak bisa melayani satu-satu tanpa community,” ungkapnya.

Komunitas yang dimaksud Maryono seperti community pedagang baso, pedagang martabak dan sebagainya.

Maksimal mereka akan memperoleh Rp.75 juta. Rumah sendiri akan dibangun Perumnas. Ia menuturkan bahwa besarnya plafon kredit juga sama dengan harga rumah.

“Sama Rp.75 juta. Jaminan itu (sebagai komunitas) saja cukup,” papar dia. Untuk masalah lokasi, Maryono mengincar sejumlah tempat meliputi Semarang dan Bogor.

“Kita mau coba Semarang sama daerah Bogor,” jelasnya. Secara bersamaan, Direktur Produksi Perumnas Kamal Kusmantoro menambahkan bahwa untuk harga jual rumah tak hanya memperhitungkan bangunan, namun juga tanah.

Bangunan rumah tersebut seharga Rp.1,4 juta per meter. Menurut Kamal, untuk program BTN lokasi yang pas atau Rp.75 juta berlokasi di Jonggol, Bogor.

“Kita lagi cari supaya sesuai dengan programnya dengan BTN, kelihatannya bisa di lokasi jauh Jabodetabek. Kita memang punya lokasi di Jonggol, 100 hektare lebih,” imbuh Kamal.

Akan tetapi, kawasan Jonggol bukan tanpa kendala. Pasalnya, belum ada akses air minum di wilayah ini. Oleh sebab itu, ia akan meminta bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk ketersediaan air minum.

“Mestinya kuat kalau ada bantuan sarana dan prasarana PUPR termasuk air minum, kalau dibantu, kita hanya pematangan tanah dan bangun rumah kelihatannya bisa,” tutupnya.
BERITA LAINNYA