FRONTROLL.COM
Senin | 28 Agustus 2017 13:00:19 WIB

Otomotif

Kemacetan Penjualan pada Pasar Otomotif, Nissan Motor Indonesia Bikin Strategi Baru

Rusdi Afrizal - frontroll.co.id
Kemacetan Penjualan pada Pasar Otomotif, Nissan Motor Indonesia Bikin Strategi Baru
frontroll.co.id,- Pasar otomotif saat ini mengalami stagnasi pada semester pertama 2017 dan beberapa Agen Pemegang Merek (APM) melakukan berbagai cara untuk mengakselerasi penjualan. Salah satunya merawat fleet consumer.

General Manager Marketing Strategy Nissan Motor Indonesia Budi Nur Mukmin mengatakan bahwa, pertumbuhan industri pariwisata dan transportasi online diyakini mampu melejitkan pasar fleet bila dibandingkan dengan pasar ritel (passanger).

"Strategi itu dilakukan Nissan dengan menaikkan target porsi fleet 20 persen dari total penjualan. Saat ini masih fluktuatif di angka 10–15 persen,” Ujar Budi Jumat (25/8).

Produk yang diandalkan Nissan untuk segmen armada adalah Grand Livina, Xtrail, dan Navara. Produk-produk itu mengisi pasar fleet di berbagai sektor. Mulai pelaku usaha pariwisata, rental, transportasi daring, hingga perkebunan dan pertambangan.

”Khusus untuk pertambangan dan perkebunan tahun ini memang melandai. Otomatis, produk Navara yang banyak beredar di luar Jawa tahun ini juga sedikit berkurang. Di sisi lain, meningkatnya pariwisata dan angkutan online meningkatkan volume Grand Livina,” tambah Budi.

Dari sektor pemerintahan, produk Xtrail mendominasi. Nissan menyadari bahwa konsumen fleet tidak bisa disamakan dengan konsumen passanger karena memiliki porsi yang kecil.

”Dengan kondisi perlambatan ini, menjaga pasar fleet dapat mengakselerasi penjualan karena trennya konsisten dan cenderung naik,” urai Budi.

Meski Nissan tidak menyebut jumlah unit untuk pasar fleet, Budi yakin pasar fleet bergerak sejalur dengan pasar passanger. ”Secara total, saat ini Nissan mencatatkan peningkatan penjualan sekitar empat persen,” beber Budi.

Berdasar laporan kinerja tahun fiskal 2017, Nissan mencatatkan peningkatan penjualan 1,2 persen di pasar Asia atau 188 ribu unit.
BERITA LAINNYA