5 Ide Kreatif Pedagang Kurban dari Pakai Jasa SPG sampai Hewan Berasuransi | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 30 Agustus 2017 | 00:00 WIB

EKONOMI

5 Ide Kreatif Pedagang Kurban dari Pakai Jasa SPG sampai Hewan Berasuransi

Redaksi - FRONTROLL.COM
5 Ide Kreatif Pedagang Kurban dari Pakai Jasa SPG sampai Hewan Berasuransi
FRONTROLL.COM,- Dalam agama Islam, terdapat beberapa ritual ibadah yang memiliki efek pada roda perekonomian masyarakat, selain juga untuk menambah kedekatan diri kepada Sang Pencipta. Salah satu ibadah tersebut adalah perayaan Idul Adha atau Idul Qurban dengan menyembelih hewan kurban.

Menjelang momen perayaan Idul Adha, permintaan hewan kurban berupa sapi, kambing dan domba di Indonesia meningkat. Khususnya di wilayah perkotaan. Biasanya para peternak dan pedagang hewan kurban yang menjemput bola atas peluang tersebut.

Mereka kemudian membuka lapak-lapak hewan kurban di pusat keramaian kota seperti di lahan-lahan kosong di pinggir jalan raya. Dengan cara ini calon pembeli dapat lebih mudah mencari dan memilih hewan kurban yang dikehendakinya.

Bagi para pedagang hewan kurban, mereka harus bergerak cepat untuk menjual dan menghabiskan stok jumlah hewan kurbannya. Oleh karena itu, para pedagang ini melakukan usaha-usaha ekstra agar hewan kurban yang mereka jajakan laku keras. Seperti beberapa hal berikut ini.

1. Memutar Lagu Campursari
Tahun 2001 yang lalu University of Leicester pernah membuat penelitian tentang sapi perah. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa memutar lagu-lagu bertempo pelan dapat membantu memaksimalkan jumlah susu yang dihasilkan.

Rupanya hasil penelitian ini hanya beda tipis dengan apa yang dilakukan oleh Suyatno, seorang pedagang hewan kurban di Surabaya. Menurutnya, seperti dilansir dalam sebuah media lokal, bahwa musik campursari yang diperdengarkan membantu sapi-sapinya menjadi gemuk.

2. Memijat
Cara yang satu ini juga dipercaya mengurangi tingkat stres hewan kurban. Bahkan dapat membuatnya selalu nyaman. Yaitu dengan memijat. Seperti halnya yang dilakukan oleh para pedangang hewan kurban di Jalan Wiyung, Surabaya.

Mereka mengggunakan jasa tukang pijat khusus untuk memijat hewan kurban yang mereka jual. Seperti pengakuan salah seorang tukang pijat yang sudah puluhan tahun menawarkan jasa pijat hewan bernama Wagiran.

Tahapan pemijatan diawali dari daerah sekitar kaki, kemudian naik ke bagian tubuh dan berlanjut seterunya hingga sampai kepala. Setelah pemijatan, hewan kurban diyakini bisa lebih rileks dan sehat.

3. Menyalon
Ada lagi cara unik yang ditawarkan oleh para penjual hewan kurban kepada para pembeli seperti yang dilakukan oleh Margo Santoso, pedagang hewan kurban di Semarang, Jawa Tengah.

Selain menawarkan pilihan hewan kurban yang bagus-bagus, dirinya juga memberikan layanan ekstra dengan menyalon kambing yang telah dibeli oleh para konsumen sebelum dikirim ke tempat tujuan.

Dirinya menyiapkan tempat terbuka di sekitar kandang kambing tempatnya berjualan khusus untuk menyalon kambingnya. Di tempat tersebut kambing yang akan dikirim kemudian dimandikan, diberi sabun dan shampo.

4. Memanfaatkan Tenaga Pemasar Perempuan (SPG)
Lain lagi yang dilakukan oleh Haji Doni. Pedagang sapi untuk kurban yang diberi nama Mall Sapi Qurban di Depok ini merubah bekas showroom mobil menjadi tempat menjual sapi. Dia juga merubah dekorasi tempat usahanya setiap tahun secara tematik.

Tidak hanya itu, dia juga menempatkan beberapa orang perempuan yang berprofesi sebagai SPG untuk menemani para calon pembeli melihat-lihat hewan kurban yang dijual. Uniknya lagi, para SPG ini rupanya dibekali dengan tablet yang berfungsi untuk memindai barcode sebagai identitas sapi.

Penjual bisa mendapatkan informasi lebih rinci lagi untuk masing-masing sapi yang dijual melalui mbak-mbak SPG tersebut.

5. Hewan Kurban Berasuransi
Pengusaha hewan kurban yang membuka lapak di Jalan Komjen Pol M Yasin, Kelapa Dua, Depok ini mengatakan, asuransi yang diberikan berupa penggantian hewan jika hewan yang dibeli mengalami sakit, cacat atau mati saat diantar ke rumah pembeli.

Pembeli berhak mendapatkan penggantian hewan dengan harga dan kualitas yang sama dengan yang pertama dibeli jika pada saat pengantaran hewan mengalami sakit, cacat atau mati.

Sistem asuransi ini sudah beberapa tahun dia lakukan sebagai bentuk peningkatan layanan bagi pembeli karena tidak ingin pembelinya kecewa. Hewan yang tidak sesuai dengan pembelian awal karena sakit atau mati kemudian ditarik kembali untuk diganti dengan yang baru.
BERITA LAINNYA