Melirik Peluang Mobil Klasik Sebagai Investasi | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Rabu | 06 September 2017 | 13:46 WIB

EKONOMI

Melirik Peluang Mobil Klasik Sebagai Investasi

Redaksi - FRONTROLL.COM
Melirik Peluang Mobil Klasik Sebagai Investasi
FRONTROLL.COM,- Bagi Anda pecinta mobil klasik, tentu sudah tahu selain untuk sebagai barang koleksi, jenis kendaraan ini bisa jadi barang investasi. Nilai jualnya bisa melambung berkali-kali lipat jika dimiliki dalam kondisi apik.

Pada tahun 2014 lalu, Ferrari 250 GTO terjual di sebuah lelang di Inggris sebesar 38 Juta dolar atau jika dikonversikan ke rupiah menjadi sekitar 505 miliar. Wow, bayangkan saja. Pada saat itu, angka tersebut merupakan sebuah rekor untuk mobil termahal yang terjual di lelang. Dua tahun kemudian, 250 GTO lainnya kembali dilelang oleh Talacrest, dealer Ferrari di Inggris, dengan label harga 45 juta Euro, atau sekitar 638 miliar Rupiah.

Memang 250 GTO ini mobil langka pada masanya, dibuat di tahun 1962-1964 dan diproduksi hanya 33 buah untuk seluruh dunia. Tidak hanya itu, pembelinya juga tidak boleh sembarang orang. Pembelinya harus disetujui oleh Enzo Ferrari, sang pendiri perusahaan mobil ternama itu. Awalnya mobil ini "hanya" dihargai  $18,000 dolar atau 230 juta Rupiah saja.
Tapi harga itu muncul pada tahun 1962, dimana inflasi belum sehebat sekarang.

Selain itu, berbagai macam model Ferrari dan Corvette yang dilansir 1970an, ada model lain yang menyimpan potensi besar di masa depan, yakni Aston Martin Lagonda. Mobil ini diproduksi rentang 1976-1990, masih menawarkan tampilan yang apik sampai saat ini.

Total, hanya ada 645 unit Lagonda yang diproduksi rentang tahun produksi dan selama ini kurang diperhitungkan bagi pecinta mobil klasik. Sampai, beberapa tahun lalu, pamor sedan asal Inggris ini kembali naik daun. "Lagonda merupakan jenis mobil yang masuk dalam peringkat teratas," jelas McKeel.

Misalnya, 2010 lalu rata-rata harga Aston Martin Lagonda hanya 27.167 dollar AS (Rp 329,6 juta), kini nilainya sudah mencapai 44.000 dollar AS (Rp 533,9 juta). Lonjakkan harga ini berlaku bagi ketiga edisi Lagonda yang dirpoduksi pertama. Untuk edisi produksi antara 1987-1989 yang hanya diproduksi 95 unit, harganya naik hingga 85 persen dari sebelumnya cuma 61 persen.

Artinya, satu Lagonda edisi 1987 kini banderolnya sudah mencapai 63.900 dollar AS (Rp 775,47 juta), padahal pada 2010 paling mahal hanya 34.558 dollar AS (Rp 419,3 juta).

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan Lagonda kembali naik daun, adalah kenyataan kalau Aston Martin kembali memproduksi edisi barunya di pasar. Merek yang identik dengan tokoh fiksi James Bond ini melahirkan kembali Lagonda dan dipasarkan dengan pesanan khusus, bagi taipan-taipan kaya di Timur Tengah.

Tapi apakah semua mobil klasik akan menjadi mahal di masa depan nanti? Tentu tidak. Agak susah untuk menebak mobil apa yang akan menjadi mahal atau malah menjadi sangat murah di 20 tahun kemudian.
Memang salah satu dari kriteria mobil klasik yang akan menjadi mahal adalah merk mobilnya, simak saja Ferrari, Porsche, ataupun Rolls-Royce, mobil keluaran tahun 1960-an pasti akan berlipat-lipat harganya sekarang.

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda memang tertarik untuk ber-investasi di mobil klasik adalah berikut:
1.    Merk mobil
Tentu ini harus diperhatikan untuk membeli mobil klasik, Anda tidak akan melihat mobil Avanza yang menjadi mahal di tahun 2020 nanti. Perhatikan produsen mobil yang memang bertujuan untuk membuat mobil berkualitas tinggi seperti Ferrari, Lamborghini, ataupun Porsche.

2.    Perkirakan biaya perawatan
Biaya perawatan mobil klasik sangatlah tidak murah dan mudah. Untuk mobil keluaran dibawah tahun 1980-an akan sangat sulit untuk mencari spare parts yang dibutuhkan.  Selain itu Anda juga harus memperhatikan perawatan eksterior dan interior mobil klasik Anda yang sama sulitnya dengan merawat mesin. Anda tidak mungkin memperbaiki bagian mobil klasik Anda yang penyok di ketok magic, karena beberapa mobil klasik mempunyai bahan eksterior yang berbeda dengan kebanyakan mobil pada jaman sekarang.

3.    Bersiaplah untuk menyetir dengan waspada
Salah satu alasan yang menjadi agak pusing untuk memiliki mobil klasik adalah bagaimana Anda menyetirnya. Mobil klasik tidak bisa lagi dikendarai secara ugal-ugalan seperti saat mobilnya keluar setelah diproduksi pertama kali. Ditambah lagi dengan teknologi yang sangatlah berbeda dengan kebanyakan mobil jaman sekarang, seperti tidak adanya ABS (Auto braking system), ataupun fitur AC yang belum sedingin sekarang, mobil klasik tidaklah senyaman mobil jaman sekarang untuk dikendarai.

BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata