FRONTROLL.COM
Jumat | 08 September 2017 10:54:29 WIB

Feature

Kebenaran, Kebohongan dan Dunia Paralel Donald Trump

Rusdi Afrizal - frontroll.co.id
Kebenaran, Kebohongan dan Dunia Paralel Donald Trump
frontroll.co.id,- Umat manusia banyak mendapat pelajaran dari Presidan edan Amerika Donald Trump.  Berita politik Amerika berubah menjadi opera sabun dari manusia hidup, hampir setiap hari Trump pasti melakukan trik-trik baru, jika dia tidak mencelakakan Amerika, penonton pun merasa nyaman mendapat tontonan gratis. Selain dalam acara Televisi suka meledek Trump yang disukai para pemirsa, seperti koran New York Time dan Washington Post yang suka memaki-maki Trump oplah penjualannya naik drastic. Maka, media yang suka meledek Trump justru sangat menyukai dengan Trump.

Apa yang dapat kita pelajari dari Presiden edan dari Amerika ini?  Sungguh amat sangat banyak! Dari tutur kata Trump, kita dapat memahami betapa hebatnya kekuatan bahasa. Bukan Bahasa dalam buku pelajaran, Bahasa sungguh memiliki daya gaibnya!
Kebohongan menjadi kebiasaan dari Trump.

Umpamanya : Dia mengatakan mantan Presiden Obama bukan kelahiran Amerika. Saat wartawan menanyanya, Trump menjawab : “Yang katakan itu kamu, bukan saya yang mengatakan !” Esoknya Trump dengan suara nyaring terang-terangan berkata : “ Menurut koran, tempat kelahiran Obama bukan di Amerika.” Padahal yang ditanya wartawan ialah apakah tempat kelahiran Obama itu Amerika? Namun, dibawah permainan kata – kata Trump, sudah meninggalkan banyak catatan panjang, tempat kelahiran Obama bukan Amerika. Jika para pembaca tidak mencari sumber berita itu, maka, akan dipermainkan dengan Trump. Namun, siapakah yang ada waktu dan energi menelusuri sumber berita itu?

Conway, penasehat senior Trump yang penampilannya seperti nenek sihir yang pertama-tama menggunakan istilah “kebenaran alternative” untuk melukiskan kata – kata bohong dari Trump. Dengan kata lain, dalam dunia Trump, kebohongan itu justru kebenaran, setidaknya adalah kebenaran alternative. Apakah Trump menyadari apa yang dia lakukan ialah dengan kata-kata bohong (atau kebohongan alternative) untuk membangun satu dunia parallel.
            
Mempermainkan kata-kata dengan “Perkataan double”

Cara mempermainkan kata–kata “kebenaran adalah kebohongan dan kebohongan adalah kebenaran” dan apa yang dinamakan “perkataan double”, sumbernya berasal dari Penulis fiksi ilmiah Inggris George Orwell  dalam bukunya di Tahun 1984. Menjelang dan sesudah pemilihan umum Amerika pada tahun 2016, buku tersebut menjadi top seller, para intelek dan mahasiswa hampir semua orang membacanya.

Maka, jangan mengatakan Trump tidak mempunyai pengaruh baik : Koran yang sudah hampir bangkruk tiba – tiba menjadi disukai pembaca, acara midnight show yang suka memaki-maki Trump pun mendapat sambutan hangat dari pemirsa, saham di bursa saham menembus level 20.000 (tentu saja bukan semata – mata karena jasa dari Trump), novel fiksi ilmiah yang serius pun terjual laris. Walaupun mulut Trump busuk dangan omongannya yang tidak etis, tetapi kamu mau apa?

Dari pendirian pengarang atau novelis melihat fenomena ini, keberhasilan penting Trump terletak pada dengan kata – kata menciptakan satu dunia parallel. Walau hampir setiap hari Trump  berkata-kata bohong, namun tetap banyak pengikutnya. Para pengikutnya menerima Bahasa “perkataan double” Trump, apa saja yang dikatakan Trump, mereka percaya dan tidak meragukannya.

Trump dengan mengangkat tongkat ajaibnya, langsung berdirilah gedung pencakar langit, muncullah satu dunia parallel yang diciptakan dengan omongannya ! Ini bukan bab-bab dalam novel fiksi ilmiah, ia sungguh–sungguh muncul di hadapan kita, membuat semua pengarang dan penulis novel fiksi ilmiah  tambah percaya diri.

Dengan cara apa membangun suatu dunia parallel dengan perkataan bohong atau kebenaran alternative? Trump memberi kita banyak  inspirasi penting. Yang paling penting ialah di bawah kolong langit tidak banyak perkataan benar, yang banyak itu perkataan hoax (bohong atau penipuan).

Bagi seorang Saudagar, Penyulap dan Politikus, ucapan benar semakin sedikit semakin baik, ucapan bohong semakin banyak semakin baguslah, sebelum perkataan bohong  lamanya terbongkar , secepatnya ucapkan kata – kata bohong yang baru, membuat orang bingunglah.

Kebohongan kelas tinggi yang progresif mempunyai konstruksi yang lengkap, kebohongan saling berkaitan. Satu perkataan bohong dibangun di atas perkataan bohong yang lain. Tidak perlu menguatirkan perkataan berubah menjadi rumah kardus. Perlu diketahui, pada saat perkataan bohong dapat dibangun menjadi rumah kardus, jarang dia akan rubuh, pada akhirnya, saat terbongkar kebohongannya, si pembohong akan membantahnya tanpa berubah mimik wajahnya, membantah tuntas! Ini lebih hebat dari ilmu tidak tahu malu.

Suatu Teknik penting dalam membangun dunia paralel yaitu Trump selalu mempermainkan opera “muka hitam dan muka putih” yang umumnya disebut good cop bad cop (polisi jahat dan polisi baik). Polisi jahat dengan nada galak dan wajah sangar dengan suara galak melakukan interogasi terhadap si tersangka, sedangkan polisi baik yang mendampinginya akan dengan muka ramah dan suara lembut melakukan persuasi, satunya berperan muka hitam dan satunya berperan muka putih, dengan cara keras dan memaksa juga dengan kata – kata lembut untuk mendapatkan pengakuan dari si tersangka.

Yang paling hebat dari Trump ialah seorang dirinya dapat berperan muka hitam dan muka putih, membuat media susah memahami peran dia. Contohnya: Hari ini dia berkata dalam demonstrasi disesalkan jatuh korban meninggal, penganut ras putih superior  dan demonstran yang anti kekerasan sama – sama salah. Namun besoknya dia berkata yang salah itu penganut ras putih superior. Pada hari lusa nadanya berubah lagi, Trump menyalahkan kedua belah pihak, sama – sama salah.

Ada orang berpendapat otak Trump masuk air, pikirannya keruh, bahkan ada yang mengatakan Trump sudah pikun, meragukan kesehatan jiwanya. Namun, kejernihan pikirannya tetap mantap ! Hanya saja Trump sedang berperan muka putih dan muka hitam, membuat para fans atau pengikut setianya percaya saja apa yang dia katakan pada saat berperan muka hitam, juga membuat orang percaya dengan perkataanya saat dia berperan muka putih.
        
Sengaja menampilkan bersama kebenaran dan kebohongan

Tidaklah penting apakah perkataan saat berperan muka hitam atau perkataan bermuka putih. Yang dimaui Trump ialah sengaja menampilkan bersama kebenaran dan kebohongan pada saat yang sama, membuat orang mengira kedua-duanya adalah kebenaran atau kebenaran alternative, dapat mengangkat kebohongan mencapai posisi kebenaran alternative, dalam hal ini, Trump sudah berhasil.

Sesungguhnya pada saat kita guyonan kita juga biasa menggunakan  teknik muka hitam dan muka putih. Umpamanya: pada saat guyonan mengatakan Nona anu itu cantik rupawan, tapi di saat lain meledek nano anu jelek rupa; tak lama lagi kembali memuji Nona anu cantik sekali. Dengan cara ini mengundang pendengarnya tertawa, karena prinsip dasar dari guyonan adalah membuat pendengarnya menerima suatu hal dapat dengan dua acara untuk menjelasnya. Suatu saat penjelasan suatu hal yang satu-satunya dijungkir balikkan dan dirusak, yang membuat cerita guyon pun berhasillah. Apa yang dipermainkan Trump adalah permainan yang sama, namun Trump tidak sedang membuat guyonan.

Dengan teknik semacam ini, Trump menginspirasi kita: konstituen, fans setia dapat menerima fiksi dunia parallel, bahkan dapat menggantikan dunia nyata. Dengan perkataan lain, dunia nyata dengan dunia parallel fiksi pada hakekatnya tidak ada perbedaan. Dapat memahami ini, maka, tidak ada sesuatu yang tidak bisa dicapai, semua sulap dapat dilanjutkan.

Media soial menjadi pendorong penting dunia parallel. Walau sudah terpilih menjadi Presiden, setiap hari Trump masih tetap menulis di media sosial Twitter, dengan cara ini para pengikutinya mengira Trump dapat meluangkan waktunya untuk langsung berkomunikas dengan mereka. Trump adalah milyader, pengikutnya umumnya “orang malang” (Menurut Mantan Presiden Bill Clinton), namun mereka mengira presiden yang terpilih itu tetap idolanya dan tetap menjadi pengikut setianya.

Dalam waktu setengah tahun ini, dunia sudah melihat bagaimana Trump dapat menjadikan kebohongan menjadi kebenaran, membentuk konstruksi dunia parallel. Namun, dunia yang dibangun dengan kobohongan dapat dijadikan dunia paralel, kemunduran dan keterpurukan Amerika tetap tidak melambat, malah dikarenakan kebohongan Trump menjadi lebih cepat keterpurukannya.

Sulap tidak dapat menutup keperpurukan Amerika
Satu contoh yang menyolok ialah disiplin militer angkatan laut Amerika (khususnya Armada Ke- VII yang ditempatkan di Timur Jauh) yang mengendur atau indisipliner, sering terjadi kecelakaan serius dalam pelayaran. Padahal angkatan laut menjadi sokoguru Amerika yang menjadi super power tunggal di dunia. Dulu, angkatan laut menjadi sokoguru kejayaan  Inggris Raya di dunia, sekarang Amerika juga begitu. Krisis angkatan laut menandakan kemunduran Amerika, hal ini tidak dapat ditutupi dengan sulap dunia paralel yang dimainkan Trump.

Penulis : Prof. DR. Shi-guo Chang (Penulis Taiwan)
Penerjemah : Leo Boscha
BERITA LAINNYA