FRONTROLL.COM
Selasa | 12 September 2017 14:39:39 WIB

Nasional

KPK Beberkan Cara Lakukan OTT Kepada Komisi III DPR

Redy Budiman - frontroll.co.id
KPK Beberkan Cara Lakukan OTT Kepada Komisi III DPR
frontroll.co.id,- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menjelaskan rangkaian proses operasi tangkap tangan (OTT) termasuk penyadapan, di hadapan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat rapat dengar pendapat (RDP) di gedung parlemen, Senin (11/9) malam.

Agus menjelaskan, KPK bertugas menangani kasus yang di dalamnya terdapat penyelenggara negara. Ketika Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dit Dumas) KPK mendapatkan aduan, maka dilakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Saat tim pulbaket bekerja dan ditemukan bukti permulaan kuat akan adanya indikasi transaksi, maka mereka melaporkan ke pimpinan KPK.
Lalu, pimpinan bertemu dengan Direktorat Penyelidikan KPK dan melakukan gelar perkara. “Baru dikeluarkan sprinlidik (surat perintah penyelidikan),” kata Agus Rahardjo.

Agus menegaskan, langkah yang diambil sebagaimana sprinlidik yang dikeluarkan itu bisa dengan melakukan penyadapan. Jika dalam penyadapan dan kegiatan lain ditemukan ada indikasi penyerahan uang, maka dibentuk satuan tugas (satgas). Satgas itu gabungannya bisa sangat luas. Dumas ikut, penyelidik ikut, teman-teman penyidikan ikut," katanya. Saat penangkapan peran mereka tentu dibagi-bagi.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, sudah pasti direktorat penyidikan tidak bisa mengintervensi direktorat penyelidikan.  Saat tingkat penyelidikan, tentu kewenangan berada di direktorat penyelidikan. Sedangkan di tingkat penyidikan, kewenangan berada di direktorat penyidikan. Namun kata Basaria, di dalam suatu satgas itu ada penyelidik, penyidik dan jaksa.

“Nanti satgasnya dalam satu surat perintah yang diberikan oleh pimpinan. Dibentuknya satgas supaya mulai dari awal dilakukan penyelidikan sejalan sehingga bisa cepat. Jadi jaksa penuntut umum bisa tahu ceritanya,” kata dia.
BERITA LAINNYA