Dalam Dua Bulan Terakhir 106 hektar Hutan Gunung Rinjani Terbakar | FRONTROLL.COM
FRONTROLL.COM
Kamis | 14 September 2017 | 12:21 WIB

NASIONAL

Dalam Dua Bulan Terakhir 106 hektar Hutan Gunung Rinjani Terbakar

Redaksi - FRONTROLL.COM
Dalam Dua Bulan Terakhir 106 hektar Hutan Gunung Rinjani Terbakar
FRONTROLL.COM,- Kebakaran lahan kembali terjadi di areal Taman Nasional Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB H Muhammad Rum, Kamis mengatakan kebakaran yang terjadi di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terjadi pada Rabu (13/9) pukul 10.30 WITA.

"Kami mendapat laporan dari rekan Polhut KPH Rinjani Timur bahwa telah terlihat titik api di kawasan TNGR," kata Muhammad Rum di Mataram.

Ia mengungkapkan, titik api terdeteksi di sekitar pusuk Sembalun antara PAL TN 345 sampai dengan 346. Dugaan api berasal dari tepi jalan raya kemudian merembet naik ke bukit di kawasan TNGR. "Setelah mendapat laporan, kita segera mengkoordinir tim pemadam kebakaran hutan Resor Sembalun," terangnya.

Atas laporan tersebut, tim pemadam kebakaran menerjunkan delapan orang menuju lokasi kebakaran hutan untuk melakukan pemadaman. Sehingga, sekitar pukul 12.30 WITA, api dapat behasil dipadamkan secara total. "Adapun luas lokasi atau kawasan yang terbakar seluas dua hektare," katanya.

Sementara itu, Kepala Resor Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun Zainudin, mengaku dari data yang ada, luas kebakaran hutan yang terjadi di Rinjani sudah terjadi beberapa kali. Dimulai periode Agustus sampai September yang terjadi di dua pintu masuk di Sembalun dan Senaru.

Seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Utara, dengan luas kebakaran mencapai 4 hektar di titik Gunung Sangkareang yang terjadi pada 26 Agustus. "Ini sudah dipadamkan tim TNGR," ujarnya.

Sementara, di wilayah Kabupaten Lombok Timur pintu masuk Sembalun, kebakaran juga terjadi pada 21 Agustus, lokasi pos ekstra, luas terbakar 91 hektar berupa alang-alang.

"Lalu tanggal 23 Agustus di pos tiga seluas 7 hektar. Kemudian, 26 Agustus seluas 6,6 hektare dan terakhir terjadi pada Rabu (13/9) di Pusuk Sembalun sisi kiri jalan, luas lahan yang terbakar 2 hektare jenis rumput dan alang alang," jelasnya.

Sehingga, jika total total luas kawasan TNGR yang terbakar mencapai 106 hektar. Di mana vegetasi yang terbakar mulai alang alang hingga semak belukar. Untuk penyebab kebakaran diakibatkan faktor cuaca panas.

"Tapi juga kita masih menyelidiki pengunjung yang buang puntung rokok. Karena, kalau musim panas angin jadi rawan kesamber," ungkapnya.

Kedepan untuk langkah antisipasi, lanjutnya, terutama kepada para pengunjung, pihaknya telah mengimbau untuk menjaga aktivitas selama di dalam kawasan. Tidak hanya itu pihaknya juga melakukan patroli jalur di daerah rawan, termasuk melakukaan sosialisasi ke masyarakat, terutama memastikan mati rokok dan puntungnya di bawa kembali setelah melakukan pendakian.

"Kalau dari sisi dampaknya saat terbakar 91 hekta, otomatis tertutup pendakian karena memungkinkan keselamatan dan kesehatan jiwa," jelasnya.
BERITA LAINNYA
  • Tokoh Tenar di Balik Saracen

    NASIONAL | 25 September 2017 22:43 WIBJakarta - Polisi meyakini ada tokoh tenar dan partai politik tertentu di balik kiprah Saracen, sindikat yang dituduh menyebarkan fitnah dan berita bohong lewat situs berita dan media
  • Trump Menyatakan Perang Dengan Korut

    INTERNASIONAL | 25 September 2017 22:31 WIBRi Yong-ho, Menteri Luar Negeri Korea Utara, membuat klaim mengejutkan di New York Dia mengatakan seluruh dunia harus 'ingat dengan jelas bahwa itu adalah AS' yang mengumumkan
  • Inilah Cara BEI Dorong Startup Melantai di Pasar Modal

    EKONOMI | 25 September 2017 20:31 WIBPT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar perusahaan-perusahaan rintisan (startup) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia. Untuk mendorong hal tersebut, BEI yang juga didukung
  • Film Ini Mewakili Indonesia di Ajang Oscar

    GAYA HIDUP | 25 September 2017 18:55 WIBSejak tahun 1984, setiap tahunnya Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) mengirimkan sebuah film di ajang Oscar. Kali ini, film Turah garapan Wicaksono Wisnu Legowo dipercaya bisa menjadi senjata